Ads


Get this widget:

Senin, 20 Mei 2013

Filosofi Imanisme Marketing Vs Filosofi Premanisme Marketing

Dalam menjalankan marketing kita sesungguhnya tidak membutuhkan apa-apa. Persyaratan-persyaratan seperti biaya transportasi, penampilan adanya sasaran tidak lebih dari faktor yang bisa saja menunggu. Kemantapan untuk mengawali satu langkah menjadi jutaan langkah merupakan prasyarat kunci dalam memasarkan bisnis kita. Kemantapan adalah kata yang identik dengan iman. Kita tidak tahu prospek atau tidakkah produk yang kita pasarkan, dibutuhkan atau tidakkah produk yang kita pasarkan, tapi dalam bahasa iman, kita tahu hanya dengan mau, hanya dengan mantap kita dapat mencapai target, mengingat juga bahwa Tuhan menyayangi umatnya yang mau berusaha. Jadikanlah Imanisme Marketing sebagai filosofi yang mengatasi semua alasan yang dapat menahan kita untuk melaju.

Filosofi di atas sangat berotolak belakang dengan filosofi Premanisme Marketing yang menggunakan intimidasi untuk membuat orang lain membeli produk kita. Bentuk marketing seperti ini yang harus kita hindari untuk membuat seorang marketer tetap bermartabat. Kewajiban seorang marketer adalah meyakinkan, bukan memaksa dan dengan Imanisme Marketing, hal itu dimungkinkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar